Jangka Waktu Penjaminan Fidusia yang salah kaprah

Sejak diberlakukannya sistem penjaminan fidusia secara online, Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia senantiasa melakukan penyempurnaan terkait dengan pelayanan dibidang pendaftaran jaminan fidusia. Kini, masyarakat sudah dapat melakukan verifikasi sendiri apakah suatu obyek jaminan sedang dibebani fidusia atau tidak, walaupun cakupan obyeknya masih terbatas.

Proses penjaminan secara fidusia terbilang ‘mudah dan cepat’ dilakukan melalui sistem online. Setelah pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dilakukan, sertifikat jaminan fidusia dapat segera dicetak. Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia tak lagi melakukan verifikasi dokumen sebagaimana yang telah dilakukan selama ini. Jadi, mulai dari pembuatan akta jaminan fidusia, pendaftaran dan sampai dengan pencetakan sertifikatnya (khusus untuk pertanahan, istilah sertifikat ditulis sertipikat) dilakukan sendiri oleh pihak Notaris yang membuat jaminannya. Sebagaimana ketentuan undang-undang tentang fidusia, hak yang bersumber dari perjanjian penjaminan hanya diperoleh setelah pendaftarannya dilakukan. Walaupun akta/perjanjian penjaminannya telah dibuat, akan tetapi bila tak segera didaftarkan (jangka waktu aplikasinya adalah 30 hari), akta tersebut tak dapat dijadikan sebagai alas pendaftaran jaminan yang sah. Jadi, pendaftaran menjadi bagian yang terpenting dalam penjaminan secara fidusia, karena hubungan hukum antara hak yang ditimbulkan terhadap obyek hak tersebut dibentuk pada saat pendaftaran. Ketika data-data yang disampaikan tak sesuai, maka akibatnya tidak ada hubungan hukum antara hak prioritas untuk pelunasan dan obyek jaminannya.

Obyek dan nilai penjaminan fidusia tak hanya berupa kendaraan konsumtif, melainkan juga berupa alat-alat berat, mesin-mesin pabrik, konstruksi bangunan misalnya tower pemancar, persediaan barang dagangan, ataupun tagihan/ piutang dagang yang seringkali nilainya sangat besar. Pertanyaannya, apakah mekanisme penjaminan fidusia yang berlaku sekarang ini benar-benar dapat memberikan kepastian hukum dalam proses eksekusinya kalau diperlukan atau malah sebaliknya, dapat mengurangi hak bagi penerima jaminan tersebut sebagai pihak yang didahulukan untuk mendapat pelunasan. Semuanya ini seolah-olah dikembalikan kepada para Notaris. Notaris dituntut untuk dapat memberikan kepastian hukum dalam proses penjaminannya. Tuntutan tersebut bukan tak mengandung risiko, mengingat UU Jabatan Notaris menetapkan bahwa segala kerugian yang ditimbulkan karena pembuatan akta yang tidak sempurna dapat dibebankan kepada Notaris yang membuatnya. Tentu saja, terkait risiko tersebut perkara ini bukanlah hal yang main-main.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pendaftaran jaminan fidusia adalah jangka waktu penjaminan fidusia. Oleh sistem, pada saat pendaftaran, Notaris diminta untuk menetapkan jangka waktu penjaminannya. Apakah yang dimaksud dengan jangka waktu penjaminan? Jangka waktu penjaminan di sini adalah rentang waktu suatu kewajiban atau utang dijamin pelunasannya. Artinya, ketika jangka waktu tersebut terlampaui, penjaminan menjadi kedaluwarsa alias tak lagi menjadi jaminan. Syarat pendaftaran yang terbilang ‘sepele’, namun berdampak besar terhadap keberlakukannya. Mengingat perkara utang-piutang merupakan suatu perjanjian, maka dalam hal tidak dilakukan pelunasan dalam suatu jangka waktu tertentu, maka jaminan disepakati akan dieksekusi/dijual. Penetapan jangka waktu penjaminan tersebut memang tak menimbulkan masalah seandainya utang/kewajiban seorang Debitur lunas pada waktu yang ditentukan dalam perjanjian. Namun, bagaimana kalau jangka waktu pelunasan diperpanjang, lazimnya saat ini banyak pembiayaan-pembiayaan Bank kepada korporasi yang direstrukturisasi (diperpanjang masa pembayaran utangnya). Maka, menurut ketentuannya, penjaminan tersebut juga harus diperpanjang dalam data pendaftarannya.

Selama kewajiban/utang masih ada, seyogyanya penjaminan itu masih terus berlangsung, kecuali ditentukan lain oleh para pihak. Namun, dalam kebanyakan kasus, perjanjian utang-piutang tak selamanya berlangsung sesuai jangka waktu yang disepakati dalam perjanjian utang piutang tersebut. Atas permintaan debitur, kreditur seringkali memperpanjang masa pembayarannya (artinya memperpanjang jangka waktu utang-piutang) karena berbagai situasi/kondisi. Dalam hal jangka waktu pinjaman diperpanjang, otomatis ketentuan jangka waktu penjaminan fidusia menjadi kendala yang dapat merugikan penerima jaminan. Kalau penerima hak cermat, maka penerima jaminan akan segera memperbaharui jaminan fidusianya. Walaupun sesungguhnya hal tersebut tak perlu dilakukan, sebagaimana proses penjaminan sebelum era online. Apabila perubahan tak dilakukan, dengan sendirinya jaminan fidusia tersebut hapus. Penerima hak pun harus segera mendaftarkannya kembali bila ingin tetap menyandang status kreditur prioritas.

 

 

 

 

2 thoughts on “Jangka Waktu Penjaminan Fidusia yang salah kaprah

  1. Artikel yang menarik.. namun ada yang mau saya tanyakan. kalo berkenan mohon penjelasannya pak soal paragraf kedua di atas yang bapak uraikan berikut;

    “Walaupun akta/perjanjian penjaminannya telah dibuat, akan tetapi bila tak segera didaftarkan (jangka waktu aplikasinya adalah 30 hari), akta tersebut tak dapat dijadikan sebagai alas pendaftaran jaminan yang sah.”

    Apa maksudnya kalau lewat 30 hari setelah diteken perikatan, pendaftaran akta/perjanjian memiliki dampak tidak sahnya sertifikat fidusai yang terbit?

    • Kalau sertifikat fidusianya sudah terbit, maka tak ada masalah dengan batas jangka waktu pendaftaran fidusia tsb. Ini kasusnya apabila sertifikat fidusia belum terbit dan hendak didaftarkan secara online. Kalau lewat batas waktu 30 hari tsb, maka data-data akta tak lagi dapat di-input. Pilihan tanggalnya tidak lagi tersedia. Artinya, pendaftaran tak dapat diproses/dilanjutkan. Demikian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s