Memilih Notebook Sesuai Keperluan dan Anggaran

Kemajuan pesat dalam bidang komputer/teknologi informasi, di satu sisi memberikan kemudahan bagi banyak pengguna komputer. Banyak tugas-tugas yang dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Namun, di sisi lain juga menimbulkan kebingungan bagi kebanyakan orang. Bisa jadi bingung dalam menggunakannya (gaptek, sepertinya rumit – padahal tidak juga), bingung saat membeli (banyak model, tipe, merek, dll.) atau bisa juga bingung mau diapain lagi tuh teknologi.Saat membeli notebook, wajar saja bila menjadi bingung. Selain dari banyaknya pilihan yang tersedia, biasanya calon pembeli juga mendapat rekomendasi terlalu banyak (bisikan-bisikan). Rekomendasinya pun tidak sama satu sama lain, mulai dari hanya memilih merek tertentu saja, memilih spesifikasi yang dibutuhkan ataupun memilih harga yang dapat dijangkau.

Spesifikasi sebuah notebook memang sangat beragam. Kombinasinya sangat banyak. Mulai dari pilihan prosesor dan kecepatannya, kapasitas memori (RAM), kapasitas harddisk/harddrive, optical drive CDRW/DVD Combo/DVD SuperMulti, resolusi/ukuran layar, kapasitas baterai ataupun fitur-fitur seperti WiFi, Bluetooth, Fingerprint, TV-Tuner, PCMCIA atau card reader. Memang, sebaiknya kita mempertimbangkan spesifikasi ini bila ingin membeli notebook. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ataupun cocok untuk keperluan. Sebagai contoh, bila tidak ingin repot-repot membawa notebook yang berat (di atas 2 kg), sebaiknya memilih notebook berlayar 12/13 inchi yang ringan (di bawah 2 kg -disebut ultraportable) dengan kapasitas baterai yang besar (6 cell atau 8 cell). Jadi, kita tidak perlu membawa adaptor plus kabel listrik karena dengan baterai 8 cell, notebook bisa bertahan sampai 4 jam (bisa berbeda-beda, tergantung spesifikasi notebook). Ukuran 12 inchi tergolong tidak terlalu kecil, teks masih terbaca dengan baik. Bila menggunakan layar 9/10 inchi, tentu kita kurang leluasa dalam membacanya. Apalagi untuk mengerjakan tugas-tugas mobile dalam waktu yang cepat. Selain itu, tentu juga berbeda dalam hal harga. Semakin kecil layar notebook, tentu semakin mahal harganya. Apalagi, segmen layar kecil ini tidak terlalu besar sehingga hanya produsen-produsen besar yang berani mengeluarkannya (bisa jadi untuk menjaga prestige). Alhasil, harganya tentu dipengaruhi oleh brand yang dimiliki. Memang, kini sudah banyak produsen asal China yang menawarkan komputer mini (UMPC) dengan harga yang relatif bersaing. 

Gambar: Baterai 8 cell cukup untuk kebutuhan harian tanpa harus repot membawa adaptor dan kabel listriknya.
Memilih notebook juga tidak terlepas dari kebutuhan dalam penggunaannya. Bila mengutamakan aplikasi yang lebih condong ke pengolahan grafik, video ataupun game, sebaiknya mempertimbangkan kinerja dan layar yang besar (seperti layar 15 atau 17 inchi) dan kinerja graphic card yang cepat agar pengolahan atau kenikmatan bermain game tidak terganggu. Memang, jika memilih layar yang besar, tentu pertimbangan bobot harus diabaikan. Kinerja dapat dilihat dari pilihan prosesor dan kapasitas RAM. Sebuah notebook dengan prosesor Dual Core ataupun Quad Core sangat mendukung untuk aplikasi seperti ini.
Untuk memori RAM, paling baik bila kapasitasnya semakin besar (1 atau 2 GB). Di sini, sebaiknya kita menanyakan apakah RAM masih dapat di-upgrade, berapa jumlah slot yang tersedia dan apakah semua slot sudah terpakai untuk RAM yang ada. Sebagai contoh, bila  memori RAM yang ditawarkan sebesar 512MB, harus diketahui apakah yan terpakai hanya satu slot atau keduanya. Bila memungkinkan, pilih kapasitas memori RAM yang lebih besar, seperti 1024MB satu slot. Jadi, saat ingin meng-upgrade, Anda hanya perlu membeli satu keping memori RAM yang sama sehingga menjadi 2 GB. Namun, untuk kebutuhan aplikasi kantor secara umum (mengolah dokumen) dan sedikit hiburan seperti menonton DVD, sebenarnya RAM sebesar 128MB sudah cukup memadai. 
Apabila notebook lebih sering digunakan untuk mengolah video, pertimbangkan masalah koneksi dengan perangkat luar, seperti camcorder, layar eksternal, atau TV. Koneksi input/output pun perlu diperhatikan, apakah menyediakan Line-In, Line-Out atau Mic. Bagi yang senang bermain game, perhatikan apakah notebook memiliki koneksi ke konsol game. Untuk mengetahui perbandingan kinerja graphic card pada notebook, kunjungi situs-situs review seperti www.notebookcheck.com.Perlengkapan pendukung multimedia seperti sistem speaker memang tidak boleh terlupakan. Hasil yang baik tentu diberikan oleh speaker yang berkualitas. Biasanya, speaker yang ditawarkan merupakan brand terkenal seperti JBL. Memang, masih ada kemungkinkan untuk menambah kemampuan speaker dengan menggunakan perangkat tambahan yang dipasang pada slot, misalnya PCMCIA/PC-Card.

Bila sering melakukan backup data, pertimbangkan untuk memilih harddisk (HDD) dengan kapasitas besar (250 GB) dan optical drive dengan kinerja yang terbaik, seperti pembakar DVD yang mendukung Dual Layer. Kebutuhan untuk menyimpan data ke media lain tidak hanya dilakukan oleh pengguna yang mengutamakan keamanan data, melainkan juga bagi mereka yang sering bekerja dengan data-data yang besar, seperti rekaman video, musik atau database.Tidak semua komponen notebook yang perlu mendapat perhatian khusus. Kelengkapan seperti port USB pada prinsipnya sudah tersedia pada semua notebook baru. Masalahnya, berapa jumlah port yang disediakan. Biasanya, notebook baru menyediakan 3 port USB. Namun, apabila bisa lebih banyak, tentu lebih baik. Sementara, koneksi seperti Wireless Network, Bluetooth atau inframerah hanya perlu dipertimbangkan apabila memang benar-benar dibutuhkan karena saat ini banyak tersedia perangkat USB yang menyediakan fitur seperti ini. Bila sering benar-benar ingin memanfaatkan fitur di ponsel, kelengkapan seperti Bluetooth dan inframerah adalah penting. Sebagai contoh, bila ingin menggunakan ponsel sebagai modem untuk koneksi internet setelah berlangganan dengan operator seperti XL. Menjamurnya hotspot-hotspot di kampus-kampus atau tempat-tempat publik,  bisa menjadi alasan untuk memperhatikan fitur WiFi. Namun, biasanya fitur ini sudah disertakan, kecuali ingin membeli notebook bekas.

Sebuah notebook tidaklah berfungsi tanpa sebuah sistem operasi. Pada waktu-waktu yang lampau, notebook baru biasanya sudah dilengkapi dengan sistem operasi, seperti Windows serta aplikasi lainnya. Kondisi ini membuat harga penjualan notebook lebih mahal. Bisa jadi hal ini disebabkan belum adanya sistem operasi yang lebih mudah daripada Windows pada saat itu. Berbeda dengan kondisi saat ini. Kelihatannya, memang harga notebook sekarang sudah menurun tajam. Padahal, ketiadaan sistem operasi menjadi salah satu faktornya. Namun, sebagai pengganti sistem operasi Windows, notebook dapat diinstal dengan OS Linux atau sejenisnya. Sistem operasi ini merupakan produk open-source yang dapat digunakan tanpa harus membayar lisensi penggunaannya.

Masalah purnajual memang merupakan faktor yang penting. Walau notebook sudah dirancang sangat kompak dan padat, bukan berarti tidak sensitif dengan kerusakan (baik secara software maupun hardware). Pengalaman menunjukkan bahwa setelah satu hari membeli notebook baru saja, masalah sudah muncul. Bila distributor menjanjikan garansi memang bisa saja diklaim. Namun, dalam hal ini, waktu lebih banyak terbuang percuma. Perkara bolak-balik ke toko/distributor tetap diperhitungkan, terutama bagi yang tidak memiliki waktu  luang yang banyak atau apabila notebook ingin digunakan di daerah lain. Oleh sebab itu, pada saat membeli notebook, kita harus memperhatikan semua aspek, baik kondisi luar, spesifikasi (apakah sudah benar), dan bila memungkinkan sudah terinstal dengan sistem operasi serta berjalan dengan baik.Saat ini, sudah banyak tersedia sistem operasi yang langsung berjalan dari CD (Live-CD), baik dengan Windows maupun dengan sistem operasi alternatif seperti Linux. Dengan Live-CD ini, kita dapat memeriksa apakah notebook bisa berjalan dengan baik dan melihat statusnya.

Memang, mencari notebook yang sesuai kebutuhan dan anggaran tidaklah mudah. Berbagai kombinasi belum tentu dapat sesuai dengan selera. Walau demikian, dengan lebih mempertimbangkan faktor-faktor di atas, fungsi notebook akan lebih maksimal. Perlu diingat bahwa, status keaktualan notebook menua sangat cepat. Hari ini dia yang terbaik, esoknya sudah usang. Harga yang mahal pun belum tentu menjadi patokan yang terbaik. Sebuah notebook dari produsen terkenal dan mapan, ternyata memiliki RAM onboard (built-in) yang sulit diganti ketika rusak ataupun di-upgrade. Paling gampangnya, seluruh motherboard kemudian diganti bila terjadi kerusakan RAM. Tentu biayanya menjadi lebih mahal.

Tidak semua orang memiliki anggaran yang berlebih atau cukup untuk sebuah laptop/notebook. Bila demikian, saat ini sudah banyak produsen laptop yang menawarkan harga yang kompetitif dengan spesifikasi yang hampir sama. Memang, brand yang diusung belum begitu terkenal dan asal produsen pun memang dibayang-bayangi oleh anggapan yang selama ini terkesan murahan dan tidak berkualitas. Akan tetapi, dengan memastikan bahwa distributor menjamin servis atau ketersediaan suku cadang, sebenarnya tidak perlu khawatir membeli notebook seperti ini. Sebagai contoh, ada notebook yang ditawarkan oleh sebuah brand yang cukup baik ternyata juga ditawarkan oleh brand lain dengan harga yang lebih murah. Baterai dan layar keduanya dapat saling diganti karena sama persis. Jadi, ingat Xenia dan Avanza.

Gambar: Untuk masalah suku cadang, jangan khawatir. Satu sama lain bisa ditukar.
Selain harga yang lebih murah, ternyata setelah di-cek, suku cadangnya pun lebih murah daripada yang ditawarkan oleh produsen yang lebih terkenal. Tentu saja, selain pilihan brand, calon pembeli dengan anggaran terbatas juga dapat memilih spesifikasi yang tidak begitu aktual, misalnya dengan prosesor Intel Celeron Mobile. Perbedaan kinerjanya dengan yang lain sebenarnya tidak terlalu besar dan mencolok. Bahkan, pada dasarnya semakin tidak cepat prosesor semakin hemat arus baterainya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s